Seandainya anda menjadi pelatih sepakbola, mana yang anda pilih? Menang tanpa menguasai permainan atau kalah tetapi menguasai permainan? Adakah anda memilih menang di lapangan atau menang di papan skor?
Kedua pertanyaan di atas adalah sebuah pergumulan berat seorang pelatih sepakbola profesional. Menang tanpa menguasai permainan atau tampil indah bukanlah sebuah pilihan yang mudah. Mengapa? Karena sang pelatih akan mendapat kecaman dari suporter bahkan pemilik klub. Allegri, pelatih AC Milan dan juga Mourinho pelatih Madrid mengalami hal tersebut.
Lalu apakah main indah dan menguasai permainan (bola) merupakan pilihan yang terbaik? Jika kita melihat faktanya, ternyata tidak. Sebagus apapun Barcelona bermain dan berhasil menguasai permainan tapi tanpa gelar dan kemenangan maka semua itu hanya hiburan. Pertandingan sepakbola bukan lagi hiburan, layaknya sirkus, tetapi sudah menjadi sebuah industri.
Malam ini (waktu Barcelona) kita akan kembali disajikan dua cara bermain yang berbeda. Barcelona yang mengandalkan “possesion football” melawan Chelsea yang mengandalkan “direct football”. Sederhananya permainan menguasai bola dan permainan tanpa menguasai bola. Barcelona akan mengoper bola dari kaki ke kaki sampai ke depan gawang, sedangkan Chelsea bermain dengan bola langsung dan serangan balik.
Pada leg 1, Chelsea membuktikan ketangguhan strateginya. Mikel, Lampard, dan Meireles berhasil meredam lini tengah Barcelona dan mengurangi suplai bola ke depan. Sedangkan dua jangkar kembar, Cahil dan Terry berhasil menjadi tembok penghalang. Meski tetap saja pertahanan tersebut bisa ditembus, namun Barcelona pada akhirnya harus berhadapan dengan Cech, salah satu kiper terbaik di dunia.
Leg 2 malam nanti juga akan menampilkan permainan yang sama. Xavi pun sudah bisa memprediksi apa yang akan terjadi.
“Saya membayangkan Chelsea akan menumpuk pemain di lapangan (pertahanan) sendiri jadi kami akan berusaha mencari ruang untuk ‘membuka kalengnya’,” ucap Xavi beranalogi.
Sementara itu, Pique berpendapat bahwa Barca bisa menang andai bermain seperti biasanya, memenangi ball possession dalam jumlah yang tinggi.
“Kami harus menjadi diri kami sendiri. Kami harus mengontrol penguasaan bola selama 90 menit dan pada akhirnya kami akan mendapatkan kesempatan,” ujarnya di situs resmi UEFA.
Partai ini akan menghadirkan permainan menarik, penuh ketegangan, namun membosankan. Karena anda tidak akan melihat banyak gol tercipta pada partai tersebut. Semoga menariknya partai ini tidak dinodai dengan kepemimpinan wasit yang berat sebelah.
Selamat menyaksikan.
No comments:
Post a Comment